Analisis Perencanaan Kapasitas Produksi dan Estimasi Kebutuhan Jam Kerja pada UMKM Konfeksi Menggunakan Pendekatan Rough Cut Capacity Planning (RCCP)
Kata Kunci:
Peramalan Permintaan, Jam Kerja, Rough Cut Capacity Planning (RCCP), Bottleneck, UMKM KonfeksiAbstrak
UMKM konfeksi mukena di Kecamatan Sukarame menghadapi tantangan besar dalam memenuhi fluktuasi permintaan musiman yang ekstrem, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Zulhijah, akibat keterbatasan kapasitas produksi dan alokasi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan analisis peramalan permintaan, estimasi kebutuhan jam kerja, dan evaluasi perencanaan kapasitas lini menggunakan pendekatan Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Objek kajian berfokus pada sistem produksi Make to Order (MTO) di empat UMKM, yaitu Awalialdi Collection, Allice Collection, Azam Muslim, dan Hyper Fashion. Data historis permintaan selama 22 periode (Muharam 1445 H – Syawal 1446 H) diuji menggunakan metode MA2, MA3, dan Linear Trend Line. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode Linear Trend Line memiliki tingkat akurasi tertinggi dengan nilai kesalahan (error) terkecil di seluruh UMKM. Berdasarkan analisis RCCP, ditemukan ketidakseimbangan kapasitas yang signifikan di mana stasiun kerja jahit menjadi bottleneck utama karena membutuhkan waktu proses terlama (55–63 menit/unit). Tiga dari empat UMKM mengalami defisit kapasitas jahit secara konsisten, yaitu Awalialdi Collection (±940 jam/bulan), Hyper Fashion (±136,13 jam/bulan), dan Azam Muslim (±104,75 jam/bulan), sedangkan Allice Collection memiliki lini yang seimbang. Sebagai solusi taktis, pemenuhan kapasitas dapat dicapai melalui penambahan tenaga kerja (5 orang pada Awalialdi; masing-masing 1 orang pada Azam Muslim dan Hyper Fashion) atau alokasi jam lembur bulanan (Awalialdi 94 jam; Azam Muslim 131,61 jam; Hyper Fashion 19,47 jam). Penelitian ini memberikan rekomendasi keputusan operasional strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM sejenis.
Referensi
. Abdillah, & Sofiani, N. (2022). Perencanaan kapasitas untuk memenuhi permintaan konsumen menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) konfeksi dan sablon Garasi Hijrah Apparel. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 8(1), 200–208.
. Amalia, T., et al. (2020). Analisis perencanaan dan pengendalian produksi untuk mengoptimumkan biaya produksi ragum. Jurnal Energy & Engineering, 3(2), 45–56.
. Aprianto, T. (2020). Perencanaan pengendalian produksi kuetiau guna mengoptimalkan persediaan bahan baku dengan menggunakan metode MRP. Jurnal Mahasiswa Industri Galuh, 1(1), 12–25.
. Badan Pusat Statistik. (2024). Kecamatan Sukarame dalam Angka. BPS Kabupaten Tasikmalaya.
. Budi. (2018). Pengertian dan cara mengukur kinerja perencanaan kapasitas produksi. Ilmu Manajemen Industri. ilmumanajemenindustri.com.
. Darmawan, D., et al. (2021). Rancangan pelayanan konfeksi dengan integrasi metode Service Quality dan Quality Function Deployment (Studi kasus: Bandung Konfeksi). Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 8(1), 200–208.
. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (DISKOPUKMINDAG). (2024). Data UMKM Konveksi Kabupaten Tasikmalaya. DISKOPUKMINDAG Kabupaten Tasikmalaya.
. Ernawati, & Awalia. (2025). Analisis perencanaan produksi molring di home industry Tasbar Kabupaten Tasikmalaya. Cipasung Techno Pesantren Scientific Journal, 19(1), 89–98.
. Fajar, M., & Lestari, Y. D. (2017). Aggregate planning analysis in PT. Akebono Brake Astra. Journal of Business and Management, 6(2), 182–191.
. Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2019). Operations management: Sustainability and supply chain management (12th ed.). Pearson Education.
. Kaniati, M. (2026). Analisis perencanaan kapasitas produksi UMKM konfeksi Kecamatan Sukarame [Tugas Akhir, Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung]. Repositori STT Cipasung Tasikmalaya.
. Kledo. (2020). Perencanaan kapasitas: Pengertian, jenis, manfaat, dan tipsnya. Kledo Blog. kledo.com [13]. Mangowal, et al. (2022). Dampak perubahan jam kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan di era
pandemi Covid-19. Jurnal Produktivitas, 3(1), 34–42.
. Maricar, M. A. (2019). Analisa perbandingan nilai akurasi Moving Average dan Exponential Smoothing untuk sistem peramalan pendapatan pada perusahaan XYZ. Jurnal Sistem Dan Informatika, 13(2), 67–75.
. Muchlisin Riadi. (2022). Perencanaan agregat: Tujuan, langkah, strategi dan metode. Kajian Pustaka. kajianpustaka.com
. Nugraha, E. Y., & Suletra, I. (2017). Analisis metode peramalan permintaan terbaik produk Oxycan pada PT. Samator Gresik. Proceeding Seminar dan Konferensi Nasional IDEC, Surakarta, Indonesia.
. Purba, S. M., Kusnadi, & Maksum, A. H. (2021). Analisis peramalan permintaan untuk produk timbangan mekanik CV. Bina Karya Karawang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(8), 112–121.
. Puspitasari, G. (2026). Analisis peramalan permintaan dan estimasi jumlah kebutuhan jam kerja di UMKM konfeksi mukena Kecamatan Sukarame [Tugas Akhir, Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung]. Repositori STT Cipasung Tasikmalaya.
. Ratih, N. R., Nanda, H. M., & Awalina, P. (2022). Penerapan perencanaan produksi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi di era new normal pada home industry Ar Bakery Nganjuk. Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 2(4), 46–68.
. Rubik, & Rusnita. (2024). Analisis penerapan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dan Theory of Constraint (TOC) untuk perencanaan kapasitasJu produksi di Konfeksi Jogja. Jurnal Teknik Industri Universitas Proklamasi 45, 6(2), 101–110.
. Soeltanong, M. B., & Sasongko, C. (2021). Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan pada perusahaan manufaktur. Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan (JRAP), 8(1), 14–27.
. Sutalaksana, I. Z. (2006). Teknik Perancangan Sistem Kerja. Laboratorium Tata Cara Kerja & Ergonomi ITB.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ernawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
