ANALISIS FMEA DEFECT RUN OUT PADA PRODUCT BAN SEPEDA DI PT. H-AI

Penulis

  • Iwan Kurniawan Department of Industrial Engineering, Cipasung College of Technology
  • Ernawati Department of Industrial Engineering, Cipasung College of Technology
  • Nurwahidah Giyats Al-Salamah Department of Industrial Engineering, Cipasung College of Technology

Kata Kunci:

pengendalian kualitas, six sigma, FMEA, defect, run out

Abstrak

Run Out adalah suatu defect dimana posisi putaran ban keluar dari posisi center line, penyebab defect ini paling rumit dan sulit diidentifikasi, karena beragam sumber masalah yang mempengaruhi terjadinya defect tersebut. Antisipasi terjadinya Defect Run Out dilakukan melalui tahapan perbaikan berdasarkan program six sigma dengan fokus pelaksanaannya dilakukan secara berkesinambungan diseluruh 4M+1H. Langkah awal dalam proses Six Sigma adalah Failure Mode Efect Analysis (FMEA) adalah suatu prosedur terstruktur untuk mengidentifikasi dan mencegah sebanyak mungkin mode kegagalan dengan metodologi yang digunakan meliputi penelitian dan deskriptif pengumpulan data. Analisis data yang dilakukan terdapat 76 kemungkinan potensi kegagalan, berdasarkan nilai RPN tertinggi maka tampak ada 26 penyebab timbulnya kegagalan paling dominan. Nilai yang paling tinggi ini dikelompokkan menjadi 3 kategori, hal ini untuk mempermudah proses perbaikan dan sampling. Setelah proses analisa dan perbaikan dilakukan, kondisi defect sedikit mengalami penurunan, sebesar 47.2% dan perbaikan akan terus dilakukan untuk mencapai nilai defect yang paling rendah.

Referensi

D.H. Stamatis. 1995. Failure Mode and Effect Analysis : FMEA from Theory to Execution, Milwauke : ASQC Quality.

Gasperz, Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Heizer, Jay and Barry Render. 2006. Operations Management (Manajemen Operasi). Jakarta: Salemba Empat.

H. P. Bloch, Root Cause Failure Analysis, in Petrochemical Machinery Insights, 2017.

I. A. Risqiyah and I. Santoso. (2017). Risiko Rantai Pasok Agroindustri Salak Menggunakan Fuzzy FMEA, J. Manaj. dan Agribisnis. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

I. Setyadi. (2013). Analisis Penyebab Kecacatan Celana Jeans dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di CV Fragile Din Co. Bandung : Universitas Widyatama.

Ir. Edward. 2009. Sejarah Pengendalian Kualitas. Jakarta: Jurusan.

Mansur, A. & Ratnasari, R. (2015). Analisis Risiko Mesin Bagging Scale dengan Metode Fuzzy Failure Mode and Affact Analysis (Fuzzy-Fmea) Di Area Pengantongan Pupuk Urea PT. Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia.

Mayangsari, D. F. Adianto, H. & Yuniati, Y. (2015). Usulan Pengendalian Kualitas Produk Isolator Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Dan Fault Tree Analysis (FTA). Bandung : Institut Teknologi Nasional Bandung.

Muttaqin, A. Zainal & Kusuma, Y. A. (2018). Analisis Failure Mode and Effect Analysis Proyek X Di Kota Madiun. Madiun : Universitas PGRI Madiun.

Nasution, M.N, 2005. Manajemen Mutu Terpadu. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nia Budi Puspitasari, Ganesstri Padma Arianie, Purnawan Adi Wicaksono. Analisis Identifikasi Masalah Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Risk Priority Number (RPN) Pada Sub Assembly Line (Studi Kasus : PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia). J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri. 2017; 12 (2): 77-84.

N. R. Anugrah, L. Fitria, and A. Desrianty, Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Dan Failure Mode and Effect, pp. 146-157.

Rawicaksana, Kegunaan Failure Mode and Effect Analysis, blospot.com, 2012. [Online]. Available: http://rawicaksana.blogspot.com/ 2012/05/fmea-perawatan-dan pemantauan kondisi.html. [Accessed: 13-Jul-2019].

Richma Yulinda Hanif, Hendang Setyo Rukmi, Susy Susanty. (2015). Perbaikan Kualitas Produk Keraton Luxury Di PT. X dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Institut Teknologi Nasional : Bandung.

Setiyawan, D. T., Soeparman, S. and Soenoko, R. (2013). Minimasi Waste Untuk Perbaikan Proses Produksi Kantong Kemasan Dengan Pendekatan Lean Manufacturing. Malang : Universitas Brawijaya.

Shift Indonesia, Failure Mode and Effect Analysis and Study Lean Sigma, Shift Indonesia, 2012. [Online]. Available: http://shiftindonesia.com/lean-six-sigma mengenal-metode-fmeafailure-mode-and-effects-analysis/. [Accessed: 31-Jul-2019].

Smith, David J, (2001), Reliability, Maintainability and Risk, 6 th edition, Butterworth Heinemann, Oxford.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Jakarta : Alfabeta.

S. Andiyanto, A. Sutrisno, and C. Punuhsingon. (2017). Penerapan Metode FMEA untuk Kuantifikasi dan Pencegahan Resiko Akibat Terjadinya Lean Waste. Tek. Mesin, vol. 6 (1), pp. 45–57. Manado : Universitas Sam Ratulangi.

Yumaida. (2011). Analisis Risiko Kegagalan Pemeliharaan Pada Pabrik Pengolahan Pupuk NPK Granular (Studi Kasus: PT. Pupuk Kujang Cikampek). Depok: Universitas Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

05-09-2024

Cara Mengutip

Kurniawan, I., Ernawati, & Giyats Al-Salamah, N. (2024). ANALISIS FMEA DEFECT RUN OUT PADA PRODUCT BAN SEPEDA DI PT. H-AI. Cipasung Techno Pesantren: Jurnal Ilmiah, 18(2), 32–39. Diambil dari https://journal.sttcipasung.ac.id/index.php/CTP/article/view/50

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>